4.6( 8864)


Draft Resmi Kurikulum 2013



Written By Pak Daryono S.S on Friday, November 30, 2012 | 6:08 AM

Mulai tanggal 29 November 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan Draft Resmi Kurikulum 2013. Draft ini juga bisa diuji publik secara online di http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id/. Adapun Draft Resmi Kurikulum 2013 seperti dibawah ini
sumber :http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id/
BAGI YANG MEMBUTUHKAN
1. DAFTAR MATA PELAJARAN KURIKULUM 2013 SD, SMP, SMA, SMK disini
2. CONTOH-CONTOH PTK disini



Download Artikel
Anda sedang membaca artikel tentang Draft Resmi Kurikulum 2013 dan anda bisa menemukan artikel Draft Resmi Kurikulum 2013 ini dengan url http://sekolahbareng.blogspot.com/2012/11/draft-resmi-kurikulum-2013.html, silahkan anda sebar luaskannya atau copy paste jika artikel Draft Resmi Kurikulum 2013 ini bermanfaat bagi anda dan teman-teman, mohon sertakan link Draft Resmi Kurikulum 2013 sebagai sumbernya.
Posted by: Daryono sarjana sastra Daryono sarjana sastra, Updated at: 6:08 AM

37 komentar:

syahsmkn2tb said... Reply

Gmna cara membuat preview box gini di wordpress gan ?

herwanto wibowo said... Reply

Kepada para penentu kebijakan di kemendikbud tolong kalau membuat kebijakan benar-benar dikaji dulu....karena jika ada pengurangan atau perampingan mata pelajaran berarti kurikulum kemedikbud mengalami kemunduran yang sngat drastis....justru malah sebaliknya kalau ada mapel baru yang harus dimasukkan ke kurikulum,misal mapel pencegahan KKN...trima kasih dan harap di perhatikan

herwanto wibowo said... Reply

Kepada para penentu kebijakan di kemendikbud tolong kalau membuat kebijakan benar-benar dikaji dulu....karena jika ada pengurangan atau perampingan mata pelajaran berarti kurikulum kemedikbud mengalami kemunduran yang sngat drastis....justru malah sebaliknya kalau ada mapel baru yang harus dimasukkan ke kurikulum,misal mapel pencegahan KKN...trima kasih dan harap di perhatikan

Daryono sarjana sastra said... Reply

@herwanto wibowo:Semoga diakomodasi pak

Anonymous said... Reply

rencana positif, realisasinya juga harus positif agar hasilnya positif. smoga anak bangsa lebih beriman dan berakhlak mulia.

Anonymous said... Reply

langsung saja,
Bagaimana dengan Mapel yg dulu ada, tp sekarang tidak ada. Misalnya IPA SMK. pd kurikulum 2013 pd kelompok C pun tidak ada. Bagaimana ?

Moch Guntur said... Reply

Kami mendukung setiap perubahan yang lebih baik. Berkaca AS dan Korsel negara maju setiap perubahan kurikulum selalu diimbangi lebih dahulu sarana pendukungnya baru kurikulum dijalankan. La di negara kita sarana pendukung belum siap kurikulum sdh harus jalan. Jadi memang terkesan proyek semata- sesaat. Kami sebagai pelaksana dilapangan terasa sekali dampak dari perubahan , ibarat baru merangkak mau berdiri terus jalan eee kurikulum sudah ganti. Kmi berharap mudah-mudahan ini lebih bagus dan jalannya lebih lancar apa nasibnya akan tidak beda jauh dengan kbk-ktsp dan mau ada apa lagi.Tidak lupa kami menyarankan sarana-aset menuju sekolah di pelosok juga dapat dijadikan agenda pebaikan-perubahan kebijaksanaan, sebagai mana sering ditayangkan dimedia. Sungguh ironis daerah kantong sumber daya alam melimpah disekitarnya tidak sedikit gedung sekolah yang mau roboh, sedang di nun jauh kota banyak gedung masih layak diratakan di bangun.

Santy said... Reply

Sya setuja banget pak dg pendapat pak Moch Guntur...

smoga pemerintah bsa memprhatikan hal itu...

Anonymous said... Reply

Yang pusing itu guru yang sudah tua. Yang untung penerbit buku untuk sekolah. Yang dirugikan guru muda yang baru belajar buat rencana , program, atau silabus yang berkarakter. Yang enak tentu unit pelaksana teknis kurikulum di dinas pendidikan ke bawah yang membutuhkan dana sosialisasi kurikulum 2013 buat para guru di lingkungannya.

Anonymous said... Reply

apakah kurukilum Tingkat satuan pelajaran yang sudah berjalan sudah dikaji keefektifannya, mengapa sudah ganti dengan konsep kurikulum yang baru, setidaknya harus sudah dilihat dalam kurun waktu tertentu sebelum membuat kebijakan dalam pembaharuan kurikulum.

Anonymous said... Reply

kita punya jati diri bangsa sendiri jangan sampai negara lain jadi referensi perubahan, malu..

Dr. KH. Djoko Hartono, S.Ag, M.Ag, M.M said... Reply

Harusnya kemendikbud dn kementerian terkait menyiapkan guru2 kita dulu untuk sentiasa siap menerima perubahan kurikulum. Karena kalau tidak hanya menimbulkan pelaksana (para guru) terpaksa dan kurang motivasi dalam mendidik anak bangsa serta terkesan asal memenuhi kewajiban, frustasi yg menyebabkan tidak optimalnya pembelajaran yg ada. harusnya implementasi kurikulum baru dianggap sebagai kebutuhan bagi mereka (para guru)sehingga para guru berani melakukan pengembangan dan inovasi2nya dalam implementasi kurikulum itu, tidak grundel. Tidak cukup guru yang disiapkan agar senantiasa siap menerima penyempurnaan kurikulum baru sebagai kebutuhan dalam dunia pendidikan di Indonesia, pemerintah hendaknya dalam waktu yg bersamaan maksimal telah menyiapkan sarana dan pra-sarana pendukung agar implementasi kurikulum baru menjadi cepat dan efektif serta efisien diaplikasikan, membuahkan output/outcome menjadi marketable di pasar global saat ini. Dr.KH. Djoko Hartono, S.Ag, M.Ag, M.M (direktur ponpes mhs Jagad 'Alimussirry sby)

Koesnadi Yacob said... Reply

Dalam Draf cukup baik dan agak lebih tajam khusus buat SMK.. Ini adanya perubahan yg lebih maju kedepan dan khusus di Bid Produktif...Hanya perlu ketulusan hati untuk melakukan perbaikan kearah yg lebih baik . Jangan ada setengah hati.. Khusus buat fasilitas Sarana dan Prasarana termasuk Alat dan Bahan Praktek buat melatih Physcomotoric siswa agar dpt lebih ditingkatkan, sebab untuk pencapaian Kompetency tertentu...perlu dukungan yg cukup..tidak asal ada Teory saja...namun implementasinya kurang optimal ...sehingga target pencapaiannya kurang dpt di raih oleh peserta didik. Alokasi waktu antara Adaptif, Normatif dan Produktif, Harus Jelas dan perbandingannya, 20 : 15 : 65 % buat Kejuruan khusus Kelompok Teknologi.agar Kompetency peserta didik dpt maximal.....dan Anggaran Pendidikan Khusus Pengadaan bahan Praktek ditingkatkan....Insya Allah akan baik hasilnya.., Saya Praktisi di SMKN 2 Sawahlunto, selama 28 Thn, Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik ...Wassalam KUSNADI Guru SMKN 2 Sawahlunto

Danung Ranu Pranowo said... Reply

mestinya pendekatan kurikulum sekarang pendekatannya adalah sosial dan budaya (social cultural) bukan scientific yang terkonsep pada kurikulum 2013 karena daya tarik bangsa terletak pada eksotika tanah air,terlebih sekolah kebanyakan tak ubahnya seperti ruang yang tertutub dengan kondisi sosial di luar maka siswa sering dijumpai jenuh didalam sekolah ( terpenjara) sehingga banyak kasus membolos, ngantuk didalam kelas dll. oleh sebab itu konsep belajar sekarang harus 50% di dalam sekolah dan 50% di luar seolah sehingga anak memiliki eluwesan dalam berinteraksi dengan lingkungannya

yafsin yaddi said... Reply

saya guru yang menggunakan kurikulum pendidikan khusus pada KTSP 2006, dalam uji publik kurikulum 2013, saya tidak menemukan kurikulum pendidikan khusus (SDLB, SMPLB, SMALB) kalau boleh diberikan juga draf untuk kurikulum pendidikan khusus

Anonymous said... Reply

buat saya pribadi tak masalah. toh sebagai guru tik selama ini kami tak punya sarana dan prasarana sekalinya punya eh waka kurikulum tak mampu menyusun jadwal dan bersikap adil serta bijaksana....

tody said... Reply

kurikulum 2013 malah akan akan membuka peluang pengangguran yang sangat besar bagi yg jurusan BK... sangatlah tidak tepat jika hanya ditekankan pada pada kompetensi tp sehrsx sejalan dengan pengembangan diri.. n tidak tepat pengembangan diri itu sd dimasukan dalam setiap mata pelajaran dan kegiata ekstrakurikuler tp seharsx da bidang yang menangani dalam hal ini guru BK itu sendiri.

Anonymous said... Reply

Kur 13, berkaitan Item buku pegangan: dikatakan bahwa kur terdahulu membuat guru book oriented, padahal dengan dengah rambu2 SK/KD guru justru bisa dengan leluasa mencari materi/bahan ajar. Dibanding dgn kur baru yang mensyaratkan buku harus......(komplit)justru guru dimanja dan tinggal pakai...so makin parah buku banget.

Anonymous said... Reply

byrlh pmerintah mo gmn mmbwa sstem pnddkan di ngara ini... kalau sudah bnyak kpmentar yg pda dasarnya kur 13 blom saatnya berjln d ngara kita knp hrs ttp dipksakn??? drpd gnti kuriklum yg msih trllu mmbyng2i pra guru mnding sarana prasarana sekolah saja yang diperbaiki sehingga pembelajaran lebih bisa optimal n bisa memajukan pendidikan yang lebih kontektual.

Anonymous said... Reply

bagaimana dengan Guru TIK yang sudah sertifikasi,, nasib sertifikasinya gimana, harus ada solusi yang bijak dari penetu kebijakan jika terjadi perampingan mapel

Anonymous said... Reply

bagaimana dengan Guru TIK yang sudah sertifikasi,, nasib sertifikasinya gimana, harus ada solusi yang bijak dari penetu kebijakan jika terjadi perampingan mapel

MISKUINDU said... Reply

Pada dasarnya apapun kurikulumnya tetap bagus asalkan gurunya yang memfasilitasi tepat, berkualitas dan mau belajar secara cepat sepanjang hayatnya. Jadi kurikulum 2013 harus memberikan pembekalan secara tepat, baik guru dan alokasi waktunya. Jangan sampai nasibnya seperti KTSP, kurikulumnya sudah berlangsung 6 tahunan sementara di lapangan masih banyak guru yang tidak tahu sama sekali tentang kurikulum tersebut, eeeh ternyata sudah terjadi perubahan lagi. Jadi program sosialisasi dan implementasi kurikulum 2013 agar ditentukan secara ketat dari segi waktu dan sasaran terhadap seluruh guru segenap pelosok nusantara. Seluruh Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota fokus memprogramkan pembekalan pelaksanaan kurikulum 2013. Sukses... Kurikulum 2013. Trims

ISTIQOMAH DI ATAS SUNNAH said... Reply

paling tahun depan juga GANTI LAGI...lagu lamA indonesiaku tercinta..

legiyo alex said... Reply

Kami sngat mendukung untuk perubahan yang lebih baik, tapi sangat disyangkan setiap kebijakan yang di keluarkan tidak pernah menyentuh (pemerataan)sampai di daerah. program sampai di daerah implementasi tidak pernah sesuai yang diinginkan....

Anonymous said... Reply

saya mendukung untuk perubahan yang lebih baik, tapi tolong pikirkan juga untuk prasarananya agar dapat menunjang perubahan kurikulum tersebut, sehingga perubahan kurikulum mencapai sasaran.

Anonymous said... Reply

yang penting konsistensi teori (& kebijakan) dengan implementasinya. Pengalaman selama ini, kur bagus tp sampai di lapangan sangat tidak sesuai rencana awal. Niat dan upaya perubahan menuju lebih baik perlu didukung...

Anonymous said... Reply

sejauh sesuai dengan landasan, tujuan, prinsip, pola, & evaluasi kurikulum, serta konsisten dalam implementasinya, kurikulum 2013 perlu diterapkan. Maju terus pantang mundur,... kejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain.

@lombafilm said... Reply

terus berkembang khi...

magdalen pelle said... Reply

melihat struktur kurikulum smp 2013, saya melihat tidak adanya hal mendasar yang menyebabkan kurikulum harus berubah.kesimpulan saya, para mendiknas disetiap zamannya sama saja, mau memperlihatkan seolah dia inovatif padahal cuma membolak-balik apa yang sudah ada saja. Berani jamin, mendiknas ganti, ini kurikulum 2013 pasti bakal ganti nama lagi.Negriku oh negriku..

Anonymous said... Reply

Indonesia memang hebat,hebat dan hebat saya tidak bisa membayangkan lima tahun kedepannya, apa jadinya pendidikan di Negeri ini,oh negeriku sungguh malang nasibmu, antar pelajar saja hantam sana hantam sini dimana molalmu nak,dimana cinta dan kasih sayangmu terhadap sesama pelajar nak.sekarang kita diajak meninggalkan dunia putih dan masuk ke dunia hitam ah....... seram !!!!!

Anonymous said... Reply

PERUBAHAN KURIKULUM GAK PENTING YANG PENTING TUH KEKOMPAKAN DAN KUALITAS 4 KOMPETENSI GURUNYA. BISA SAJA YANG MEMBUAT KEBIJAKAN SALAH, COBA DEH SHOLAT ISTIKHOROH DULU KALO MUSLIM. BETUL NGGGAK YA KEBIJAKAN SAYA..... والله اعلم

Kukuh Andri Aka said... Reply

bpk ibu sekalian, jika ingin melihat HASIL uji publik kurikulum 2013 silahkan kunjungi HASIL uji publik kurikulum 2013

Anonymous said... Reply

ganti pejabat, ganti sistem, kira2 seperti itu pepatah indonesia, mangacu pada sistem pendidikan nasional kita, pejabat sering kali membuat kebijakan yang tidak sesuai karakter, budaya dan lingkungan seorang anak, yang perlu di lihat menurut saya, lingkungan di mana keberadaan proses belajar berlangsung...

Ay Rofiq said... Reply

weesssssss.....
baru tirik-tirik blajar KTSP ws ad perubahan
emng ya nasib OMAR BAKRI masih d kebiri
katanya perubahan tpi mana ??
kurikulum udh d ubah!
sertifikasi guru profesional jg udah
isi standr kurikulum dh ramal mening kayak erek erek togel
trs kpan ni pemerataan sarana dn prasarana smpai plosok tanah air
dn kapan juga ni nasib guru muda yang sudah siap meng up date kinerja guru2 tua yg katanya profesional tp bodong ???

klemens kolin said... Reply

sehebat apapun kurikulum tapi guru sebagai pengemudi tidak memiliki SDM sama saja 0.00000. Tolong....... tolong ...... tolong ...... pikirkan strategi yang jitu diberikan kepada guru supaya anak didik menjadi cerdas, terampil, dan bertingkah laku baik.

Abuka said... Reply

Ini bukan draft Kurikulum. Ini namanya elemen-elemen kurikulum yang berubah dibandingkan dengan Kurikulum sebelumnya.

Anonymous said... Reply

Kenapa Indonesia gak maju2...??Jawabannya ya ini....muluk2...dikit2 ganti...yg lama blm dievaluasi...sdh ganti lagi....sdm nya gak sempat belajar sdh diganti lagi...makanyagak berkembang blasss

Post a Comment

Bagaimana Komentar Anda? Silahkan Tulis disini